Home Blog

Gubernur Banten Mendapatkan Penghargaan dari KEMENAG RI

0
Gubernur Banten Wahidin Halim Mendapatkan Menghargaan dari KEMENAG RI

Alhamdulillah meraih penghargaan dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Penghargaan diberikan atas dukungan dan dedikasi saya dan pemprov Banten terhadap program-program Kementerinan Agama Wilayah Provinsi Banten Tahun 2019.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia Fachrul Razi kepada Sekretaris Daerah Provinsi Banten Al Muktabar yang mewakili saya Wahidin Halim sebagai Gubernur Banten saat Rapat Kerja Wilayah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Tahun 2020 bertempat di Hotel Le Dian Jl Jenderal Sudirman No. 88  Kota Serang (Kamis, 20/02/2020). Penghargaan juga diberikan kepada Bupati Serang dan Walikota Tangerang Selatan.

Gubernur Banten Wahidin Halim Mendapatkan Menghargaan dari KEMENAG RI

Gubernur Banten diapresiasi karena telah memberikan dukungan kepada Kementerian Agama di wilayah Provinsi Banten. Beberapa dukungan Gubernur Banten terhadap program-program Kementerian Agama antara lain: pembangunan tiga masjid per tahun dengan nilai masing-masing Rp 2,5 miliar. Salah satunya pembangunan Masjid Rahmatan Lil Alamin di kawasan wisata Negari Di Atas Awan Kabupaten Lebak. Masjid yang direncanakan seluas 1500 meter persegi itu dibangun di atas lahan 5000 meter persegi.

Program lainnya adalah rehabilitasi 20 (dua puluh) musholla setiap tahun, membangun madrasah dan bantuan kepada 3926 pondok pesantren senilai Rp 30 juta setiap pondok pesantren. , Bantuan kepada lembaga pendidikan keagamaan seperti: Raudhatul Atfal (RA), Madrasah Diniyah (MD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), SD Islam, SMP Islam, majelis taklim, organisasi keagamaan Islam, hingga memberikan hibah tanah untuk Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten.

Saya juga sebelumnya telah meraih Baznas Award dengan kategori Pemerintah Provinsi Pendukung Kebangkitan Zakat.

Saya tidak akan berpuas hati dengan mendapatkan penghargaan ini, karena kita akan memberikan pelayanan dan bantuan terbaik untuk masyarakat Banten dalam hal keagaamaan, karena sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa dari tanah Banten inilah telah lahir ulama besar Umat Islam dunia, yang sampai hari ini masih di kenang jasa-jasanya dan juga di pelajari kitab-kitab hari karangan dan curahan pikiran beliau untuk umat Islam.

Mari kita bersama-sama membangun Provinsi Banten sebagai pusat kajian Islam di jaman digital ini, dan saya ucapkan tetap semangat dan bersabar kepada para Kyai, Ustad dan Ustadzah dalam mendidik generasi penerus dari Provinsi Banten ini, dan niatkan setiap apa yang kita berikan kepada santri-santri kita, kepada murid-murid kita sebagai tabungan amal kebaikan kita di akhirat kelak, dan sebagai wujud mengamalkan ayat suci Al-Quran dengan tidak meninggalkan generasi yang lemah setelah kita.

Saya Wahidin Halim sebagai Gubernur Banten mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Banten yang telah mendukung program-program kerja Provinsi Banten dalam hal keagamaan.

Persiapan Banten Sebagai Pusat Budaya dan Pusat Kajian

0
Wahidin Halim Persiapan Banten Menjadi Pusat Budaya dan Pusat Kajian

“Saya yakin Banten bisa menjadi simbol budaya Islam. Mari bersama-sama kita kembalikan era kejayaan Banten sebagai pusat budaya, pusat kajian seperti di masa lalu.”

Demikian saya sampaikan saat menyambut Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin dalam pembukaaan Jelajah Nusantara dan Pameran Artefak Rasulullah saw dan Para Sahabat Nabi saw di Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama, Kasemen, Kota Serang (Minggu, 16/2/2020).

Wahidin Halim Persiapan Banten Sebagai Pusat Budaya dan Pusat Kajian

Sebelumnya, saya ungkapkan saat awal menjabat Gubernur Banten kondisi Kawasan Kesultanan Banten kumuh dan kotor. Pemprov Banten akan melakukan revitalisasi dengan kucuran dana hampir Rp 200 miliar. Saat ini, setelah direvitalisasi jumlah pengunjung yang datang ke Kawasan Kesultanan Banten bisa mencapai 9 juta orang dalam satu tahun.

“Orang yang ziarah Walisongo, belum tuntas kalau belum datang ke sini (Kawasan Kesultanan Banten),”

Saya sampaikan bahwa rencana Pemprov Banten untuk membangun Islamic Center di Tanara Kabupaten Serang hingga perbaikan akses jalan dari Tanara menuju Kawasan Kesultanan Banten dan kawasan peziarahan Syech Mansyur Cikaduen dan Syech Asnawi Caringin Kabupaten Pandeglang.

“Kita juga ada tanah. Nanti kita bangun pusat kajian kitab-kitab Syeh Nawawi. Para ustad di Banten harus hafal dan paham kitab-kitab Syeh Nawawi. Nanti kita adakan kajian di sini. Kita akan bangun hall besar yang berkapasitas lima ribu orang. Semua aktivitas agama Islam kita arahkan ke sini”

“Kantor organisasi-organisasi keagamaan akan kita tempatkan di sini,”

Saat ini Pemprov Banten sudah minta ijin kepada Kepurbakalaan untuk melakukan revitalisasi seperti halnya apa yang dilakukan di kawasan Candi Borobudur. Salah satunya untuk pembangunan ekonomi masyarakat dengan membuat beberapa homestay dan pusat oleh-oleh khas Banten.

Dalam kesempatan itu, saya juga paparkan rencana pembangunan Asrama Haji Pemprov Banten di Kabupaten Tangerang, sekitar kawasan Bandara Soekarno Hatta. Dengan luas area lahan 25 hektar dan anggaran Rp 110 miliar. Pembangunan asrama haji ini diharapkan lebih mendekatkan jarak calon jamaah haji Provinsi Banten sehingga lebih menghemat waktu dan tenaga. Sekaligus akan meningkatkan perekonomian daerah setempat dan dapat penyerapan tenaga kerja.

“Hanya 6 hingga 10 menit untuk ke Bandara Soekarno Hatta,”

Sementara itu Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin menegaskan, Pameran Artefak Rasulullah SAW dan Sahabat Nabi SAW sangat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia untuk lebih mengenal Rasulullah SAW yang menjadi Uswatun Hasanah.

“Menjadi inspirasi untuk meneladani Rasululullah saw. Menjadi inspirasi generasi muda untuk mempelajari sejarah rasulullah saw,” tegas Wapres.

“Dengan ini pula, semoga umat islam mendapatkan keberkahan dan mengambil pelajaran dari Rasulullah saw,” tambahnya.

Artefak yang merupakan benda-benda pusaka milik Nabi Muhammad saw dan para Sahabat Nabi dibawa dari Kota suci Makkah dan Madinah, Negara Turki, Negara Syria, Negara India, serta Negara Yordania. yang terdiri dari 41 macam pusaka peninggalan. Pameran di Museum Kepurbakalaan Banten Lama itu berlangsung pada 16 – 18 Pebruari  2020. Pameran serupa akan dilakukan di 18 kota di Nusantara dan di mulai dari Banten.

Pendidikan Banten Harus di Majukan dan di Tingkatkan

0
Gubernur Banten Wahidin Halim Pendidikan Banten harus di majukan

, Ketika menjadi pembicara utama dalam Stadium General Program Pascasarjana UIN ( Universitas Islam Negeri ) Sultan Maulana Hasanuddin ( SMH ) di Aula Rektor UIN SMH Banten (Sabtu 15/2/2020), saya sampaikankan bahwa saya sepakat pendidikan di Banten harus dimajukan, berbagai perpustakaan harus di bangun.

Dalam acara stadium general dengan Sinergitas Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi Dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan Islam dan SDM Banten itu saya selalu rutin melakukan diskusi secara berkala dengan akademisi dan ulama Banten.

Saya sampaikan bahwa dimasa kejayaan Kesultanan Banten, era Sultan Maulana Hasanuddin yang dilakukan membangun pendidikan dengan mendirikan madrasah-madrasah atau sekolah. Saya sangat konsen dalam membangun peradaban banten dengan melakukan Revitalisasi Kawasan Kesultanan Banten.

“Sewaktu saya menjabat sebagai Walikota Tangerang, saya mengalokasikan 42 persen APBD Kota Tangerang untuk pendidikan.”

Saat ini untuk sekolah-sekolah yang menjadi kewenangan Provinsi Banten sudah gratis. Pemprov Banten juga meningkatkan honor tenaga kependidikan, guru honorer, serta tunjangan kinerja guru SMAN, SMKN, dan SKhN. Serta membangun kelas baru dan unit sekolah baru.

Mari kita belajar dari sejarah Khalifah Harun ArRasyid dari Dinasti Abbassiyah yang memindakan ibukota kekhalifahan ke Bagdad untuk menjemput ilmu pengetahuan, menjemput peradaban. Sehingga kala itu banyak terlahhir para cendekiawan muslim.

“Islam tidak hanya ekslusif mempelajari ilmu agama, tapi juga ilmu pengetahuan,”

Namun, saat terjadi disorientasi nilai nilai agama akibat teknologi. Peradaban teknologi telah mendegradasi nilai-nilai. Perlu dilakukan penelitian lebih dalam untuk kolaborasi antara pengajaran dan pendidikan agama dengan teknologi.

Saya tidak setuju apabila ada yang mengatakan bahwa pemerintah daerah kurang memperhatikan pendidikan agama atau madrasah di Provinsi Banten. Menurut saya hal ini tidak terlepas dari posisi madrasah ibtidaiyah, madrasah tsanawiyah, dan madrasah aliyah yang menjadi kewenangan Kementerian Agama.

“Kalau saya membantu bisa terjadi tumpang tindih kewenangan dan administrasi. Bisa diperiksa oleh BPK. Kalau sifatnya sangat mendesak dan penting, baru bisa dibantu. Itu pun tidak banyak,”

Saya menyampaikan capaian pembangunan yang telah diraih oleh Pemprov Banten di era kepemimpinannya bersama Wagub Andika Hazrumy. Di antaranya: reformasi birokasi khususnya dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi, peningakatan pendapatan  daerah, pembangunan infrastruktur jalan, peningkatan infrastruktur ibukota Provinsi Banten, pembangunan fasilitas kesehatan,  program bantuan iuran (PBI) premi BPJS Kesehatan bagi warga tidak mampu yang mencapai Rp 600 miliar, pembangunan sekolah dan pendidikan gratis, bantuan kepada hampir 4000 pondok pesantren, revitalisasi Kawasan Kesultanan Banten yang kini telah tumbuh menjadi kawasan wisata religi yang paling represntatif dan terbesar di Indonesia, hingga pembangunan pertanian dan agriwisata yang kini menjadi fokus pembangunan Provinsi Banten di tahun 2020.

“Agama harus masuk ke hati kita. Moral kita harus kita pertanggungjawabkan kepada masyarakat. Reformasi birokrasi untuk membangun mentalitas para pejabat. Mampu mengkonstruksikan pikirannya dalam pembangunan Banten. Kita harus mengoptimalkan usaha dan perjuangan kita,”

Saat ini Pemprov Banten  fokus membangun pertanian dari sisi mekanisasi. Untuk mencegah petani migrasi ke kota. Bekerja di industri ataupun perdagangan dan meninggalkan pertanian.

Sementara Rektor UIN SMH Prof Fauzul Iman yakin para peserta pascasarjana mempunya niat belajar untuk membangun Banten. Semoga menghasilkam teori yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Beliau sangat agresif membangun infrastruktur Banten. Sering mengundang akademisi dan ulama untuk berdiskusi,” ungkapnya.

Gubernur Banten, lanjutnya,  memiliki kepekaan untuk membangun perguruan tinggi di Banten. Sudah memulai sinergitas dengan perguruan tinggi untuk membangun Banten.

“Insyaallah PaK Gubenur mampu membangun Banten yang lebih baik,” pungkasnya.

Menurut Direktur Pascasarjana UIN SMH Banten Prof Muhammad Riyadh Firdaus, tahun ini Program Pascasarjan UIN SMH Banten menerima 101 peserta. Program doktoral atau strata 3 sebanyak 24 peserta, program magister atau strata 2 sebanyak 97 peserta. Saat ini Program Pascasarjana UIN SMH Banten diikuti 450 peserta dan telah menghasilkan 530 orang alumni.

 

Instruksi Presiden Soal Tambang Emas Ilegal, Segera Ditindaklanjuti

0
Instruksi Presiden Soal Tambang Emas Ilegal

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menegaskan, terkait instruksi Presiden Joko Widodo sehubungan dengan penutupan tambang emas ilegal di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) di wilayah Kabupaten Lebak, dirinya akan segera menindaklanjutinya dengan melakukan survey dan kajian lebih lanjut dengan Kabupaten Lebak serta pihak terkait lainnya.

“Sejatinya ini tugas dari pengelolaan Lingkungan Hidup, karena terkait dengan law eforcement dari ilegal logging dimana penegakan hukum penebangan pohon dan perusakan hutan memiliki Undang-undang tersendiri apalagi hingga sampai perusakan dan pencemaran Lingkungan Hidup”, tegas Gubernur WH, usai mendampingi Presiden Jokowi dan rombongan meninjau lokasi banjir bandang di Kabupaten Lebak, Selasa (7/1/2020).

Instruksi Presiden Soal Tambang Emas Ilegal

Selanjutnya dikatakan Gubernur Banten Wahidin Halim, karena ini merupakan perintah langsung Presiden RI maka dalam waktu dekat dirinya akan segera melakukan Rapat Koordinasi dengan Kementrian/lnstitusi terkait dan juga dengan FORKOPIMDA sehubungan hal ini, karena kita sudah menyaksikan sendiri bagaimana dampak yang ditimbulkan dari aktifitas tambang liar tersebut.

Menurut Presiden Joko Widodo, penyebab banjir bandang Kabupaten Lebak adalah rusaknya hutan di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Akibat perambahan hutan dan penambangan emas secara ilegal.

Dan seperti diketahui, Presiden instruksikan Gubernur Banten Wahidin Halim dan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya untuk segera menghentikan aktivitas tambang di TNGHS terutama di wilayah Kabupaten Lebak. Menurutnya, tidak ada toleransi lagi pagi aktivitas tambang emas liar di TNGHS, karena merugikan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Presiden bersama rombongan meninjau lokasi banjir bandang di Desa Banjar Irigasi, Kecamatan Lebak Gedong. Salah satunya lokasi yang dikunjungi adalah Pondok Pesantren La Tansa yang terdampak banjir bandang. Meninjau beberapa bangunan dan fasilitas yang rusak akibat banjir bandang di Pondok Pesantren La Tansa.

Presiden RI mengakui telah mendapatkan laporan dari Banten dan terdapat 30 jembatan penting yang menghubungkan antar desa yang perlu segera diselesaikan. Dan ada19 Sekolah mengalami kerusakan, serta 1.410 rumah rusak. Dan mengapresiasi kepada setiap Pemerintah Daerah yang cepat tanggap dalam menghadapi bencana di daerahnya.

 Selanjutnya, rombongan Presiden juga meninjau para pengungsi di Gelanggang Olah Raga (GOR) Lebak Gedong. Presiden hendak memastikan kebutuhan warga terdampak bencana terpenuhi.

Sementara itu sehari sebelumnya, usai memimpin Rapat Evaluasi Penanganan Bencana Banjir dan Longsor di Provinsi Banten (6/1/2020) Gubernur WH menjelaskan, jika untuk pembangunan hunian tetap bagi para korban banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah wilayah Provinsi Banten akan ditentukan pada rapat bersama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko-PMK) dan Kementrian terkait lainnya. Setelah itu, Pemprov Banten akan melakukan langkah untuk mengombinasikannya dengan program yang ada di Provinsi Banten.

Dijelaskan, jika Pemprov Banten sudah melakukan langkah-langkah tindak lanjut berdasarkan keterangan Bupati Lebak bahwa sewa rumah sementara, sebelum dibangun rumah yang baru, menjadi tanggung jawab pemerintah. Selanjutnya akan dibangun rumah dan diberikan ganti rugi kepada rumah yang rusak ringan, sedang dan berat.

“Untuk ganti rugi rumah warga, kita akan sesuaikan dengan pemerintah pusat, dia mampu berapa nanti kita combine,” pungkasnya. 

Tim dan Alat Berat Pemprov Banten Capai Jembatan Cinyiru

0
Jembatan Cinyiru

Gubernur Wahidin Halim menegaskan, saat ini tim dan alat berat UPTDP Jalan dan Jembatan Lebak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pemprov Banten sudah mencapai jembatan Cinyiru.

Jembatan Cinyiru terletak di kilometer 6,61 ruas jalan Cipanas – Warung Banten, Kabupaten Lebak. Dengan terbukanya akses jalan untuk kendaraan roda empat sehingga jembatan Cinyiru semakin memperlancar tugas tim relawan bencana banjir yang terjadi diawal tahun 2020 ini dalam mendistribusikan logistik, bantuan kesehatan dan evakuasi warga.

Ditegaskan juga, membuka akses jalan menuju lokasi terdampak banjir menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Banten dalam menangani dampak bencana banjir. dengan terbukanya akses turut juga memperlancar tim relawan dalam mendistribusikan bantuan logistik maupun kesehatan serta dalam mengevakuasi warga yang terkena bencana musibah banjir.

Jembatan Cinyiru

Dalam upaya membuka akses, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemerintah Provinsi Banten telah mengerahkan lima alat berat untuk menangani dampak bencana banjir dan longsor di sejumlah kecamatan di Lebak, Banten.

Sehari sebelumnya, tim Tim DPUPR Pemprov Banten telah berhasil.membuka akses jalan menuju Lebak Gedong yang sempat tertutup akibat tanah longsor.

Terbukanya akses ini turut memperlancar tim relawan untuk menjangkau korban terdampak banjir.

Beberapa langkah yang dilakukan DPUPR pemerintah Provinsi Banten antara lain adalah; mengidentifikasi daerah mana saja yang terkena dampak bencana dan memerlukan peralatan, seperti alat berat.

Termasuk pula, mengidentisikasi sarana dan prasarana infrastruktur yang rusak akibat bencana, termasuk yang terganggu lumpur akibat banjir dan longsor yang juga terjadi hampir diseluruh wilayah Indonesia pada awal tahun ini.

Langkah saat ini yang sudah dan akan terus dilakukan tim DPUPR Banten adalah membuka akses jalan yang terisolassi, terutama di jalur Cipanas-Warung Banten, Lebak.

Data terakhir Badan Penanggulangan Bencana Daeran (BPBD) Provinsi Banten hingga Minggu 5 Januari 2020 pukul 19.20 wib. korban terdampak banjir di Provinsi Banten mencapai 137.106 jiwa atau 49.941 kepala keluarga. Tersebar pada 175 desa di 43 kecamatan pada lima kabupaten/kota.

Pesantren Salah Satu Basis Pembangunan Banten

0
Podok Pesantren Basis Pembangunan Banten

“Saya berusaha membangun komunikasi dengan pondok pesantren. Pondok pesantren merupakan salah satu basis lembaga pembangunan bagi Provinsi Banten,” ungkap GubernurBanten Wahidin Halim (WH) saat membuka Musyawarah Besar V Forum Silaturrahmi Pondok Pesantren (FSPP) di Pendopo Gubernur, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Kamis (9/1/2020).

Gubernur menegaskan, apapun yang dibutuhkan pondok pesantren pihaknya akan memenuhi dan memfasilitasinya. Karena kita telah sepakat, bersinergi, berkomunikasi dan membangun publikasi dalam rangka kemajuan Banten yang lebih baik.

“Kita kesampingkan dulu perbedaan politik, idealisme, dan pluralisme. Yang lebih penting bagaimana Banten hari ini dan kedepannya dengan membangun sumberdaya yang harus dioptimalkan,” ajaknya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga mengingatkan ulama Banten untuk tidak terkotak-kotakan dalam perbedaan. Ulama Banten harus bersatu.

Podok Pesantren Basis Pembangunan Banten

Dikatakan, selama ini Banten telah membuktikan persatuan, kesatuan, serta kesolidan. Dalam perjalanannya dengan telah melalui berbagai peristiwa politik dengan aman, damai serta kondusif. Bahkan dalam menghadapi bencana musibah sekalipun, semua masyarakat bahu membahu bersama pemerintah.

“Kesolidan ini harus dijaga. Jangan sampai dirusak oleh kepentingan-kepentingan pribadi atau kelompok yang menginginkan distabilitas di Banten,” ajak Gubernur

Gubernur juga meminta kepemimpinannya dan wakil agar dikritisi apabila ada hal-hal yang perlu dikoreksi. Tentunya dengan cara-cara yang santun dan baik. Hal itu diperlukan dirinya agar dapat membangun Banten lebih baik lagi.

“Bantuan kepada pondok pesantren akan kita tambah. Akan tetapi harus ada pos untuk pemberdayaan ekonomi pondok pesantren agar dapat mendorong serta membangkitkan terciptanya peningkatan pertumbuhan ekonomi di lingkungan pondok pesantren. Karena kekuatan pondok pesantren yang ada di Banten harus diberdayakan,” pungkas

Sementara itu Ketua FSPP Provinsi Banten KH Ikhwan Hadiyyin menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Gubernur Wahidin Halim dan wakil Andika Hazrumy yang telah dan akan kembali menggelontorkan dana Rp 30 juta kepada tiap-tiap pondok pesantren.

Turut hadir KH Abuya Muhtadi, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten KH. AM Romli, para pimpinan dan pengasuh pondok pesantren, kepala OPD, dan Forkopimda Provinsi Banten.

Bagaimana menangani banjir dipimpin Presiden Joko Widodo

0
rapat terbatas bersama jokowi

Menyambut perkataan Presiden Joko Widodo bahwa Pemerintah Provinsi Banten dan pemkab lebak dapat memindahkan tempat untuk para korban banjir yang ada di Kabupaten Lebak.

Ketika mengunjungi para pengungsi, Gubernur banten Wahidin Halim memberi pengertian pada masyarakat yang terkena banjir agar mau dipindahkan, terutama masyarakat yang ada pada daerah berbahaya seperti pada jalur Sungai Ciberang.

Hal itu diungkapkan Gubernur Banten Wahidin Halim seusai rapat terbatas bagaimana menangani banjir yang langsung dipimpin Presiden Joko Widodo saat di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat (Rabu, 8/1/2020). Bersama dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Bupati Lebak Ity Jayabaya dan juga Bupati Bogor Ade Yasin.

Gubernur Banten menegaskan bahwa program-program yang terkait Pemerintah Provinsi Banten akan diarahkan untuk mendukung program dalam menangani musibah bencana banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Lebak.

“Penyewaan rumah sementara sebelum dibangun rumah yang baru akan menjadi tanggung jawab Pemerintah. Berikutnya akan dibangun rumah juga diberikan ganti rugi kepada rumah-rumah dengan status rusak ringan, sedang dan berat,” ujar Gubernur

Adapun Penanganan pasca bencana, khususnya pembangunan hunian tetap bagi para korban banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah wilayah Provinsi Banten, sebelumnya telah dibicarakan bersama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko-PMK) dan departemen terkait. Dimana terlebih dulu akan dilakukan inventarisasi agar bisa mengukur sisa lahan yang masih dapat digunakan. Dan jika tak ada sisa lahan, maka Pemerintah Provinsi dan Kabupaten akan mencarikan lahan. Dan pada dasarnya Pemerintah Provinsi Banten dan Kabupaten Lebak siap untuk menyiapkan lahan yang dibutuhkan.

banjir dipimpin Presiden Joko Widodo
Rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo juga menilai dari kunjungan ke daerah yang terkena bencana bahwa penanganannya di setiap Daerah sudah berjalan dengan baik, dari muali proses tanggap darurat, proses evakuasi, ketersediaan logistik bagi para pengungsi korban banjir, posko-posko pelayanan kesehatan, sampai dengan penanganganan daerah yang terkena longsor, walaupun masih ada beberapa daerah yang harus segera dibuka aksesnya dikarenakan longsor.

Dan Presiden juga mengajak semuanya evaluasi total sistem pengendalian banjir, pengendalian bencana alam dari hulu sampai hilir sehingga memiliki strategi jangka pendek dan panjang. Dan Pemerintah Daerah (Pemda) yang menghadiri rapat terbatas kali ini harus dapat saling bersinergi dalam penanganan bencana. Juga sinergitas untuk mengatasi banjir di Jakarta.

Untuk Ibu kau pejamkan mata saat anak-anak mu sudah tertidur

0
ibu wahidin halim
wahidin halim di ucapan hari ibu

Ibu.. Kau yang terbungkuk.. Tulang pipi mu, sayup matamu, Senyum mu, Rambutmu yang mulai memutih, Nafasmu yang mulai tersenggal, Langkah Tertatih dan bibirmu yang bergetar, kau pejamkan mata saat anak-anak mu sudah tertidur, dan … Kau terbangun saat anak-anak mu masih terlelap pulas.. Tapi aku tahu,… Bibir mu yang gemetar berisikan doa yang tak pernah habis untuk anak-anak mu,
Langkah Yang tertatih.. mencari ranting kayu untuk memasak, agar anak-anak mu tidak kelaparan. Kau hampiri anak-anak mu dan Kau Selimuti Mereka satu persatu..
Hingga Kau pandangi mereka dengan tetes air mata haru mu.
– Wahidin Halim –

Badak Jawa/Badak Bercula Satu Maskot Satwa Khas Banten

0
Badak Jawa Badak Bercula Satu Satwa Khas Banten Wahidin Halim Gubernur Banten

Kabar menggembirakan datang dari Taman Nasional Ujung Kulon, Pandeglang, Banten. Empat anak badak jawa lahir pada tahun 2019. Lahirnya keempat anak badak itu menambah populasi badak sebanyak 72 ekor.

Kepala TNUK Anggodo mengatakan, berdasarkan hasil monitoring populasi badak jawa dengan menggunakan video trap hingga bulan September kemarin diketahui telah lahir anak badak jawa sebanyak 4 individu.

“Dengan lahirnya empat badak tahun ini menambah jumlah populasi badak bercula satu di Taman Nasional Ujung Kulon menjadi 72 individu,” kata Anggodo saat dihubungi SINDOnews. Kamis (12/12/2019).

Badak Jawa Badak Bercula Satu Satwa Khas Banten Wahidin Halim Gubernur Banten
Diungkapkan dia, hewan yang mempunya nama lain Rhinoceros sondaicusini itu terdiri dari betina 2 individu, jantan 1 individu, dan 1 individu belum dapat diidentifikasi. “Keempatnya lahir dari induk yang berbeda, diperkirakan berumur satu sampai dua bulan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil monitoring juga, sampai Bulan September 2019, jumlah badak bercula satu ini ada 72 Individu, yaitu 38 individu jantan, 33 individu betina, dan 1 anak belum diiidentifikasi jenis kelaminnya. Kelas umur satwa khas banten ini terdiri dari 15 individu anak dan 57 individu remaja-dewasa.
“Tahun ini yang mati ada satu, tapi empat yang lahir, tahun lalu juga empat. Ini membuat populasi badak masih bagus,”kata dia.

Hingga saat ini, jumlah ini merupakan angka tertinggi yang tercatat sejak tahun 1967, 1980, 1983, dan 2007 yang berjumlah 64 individu. Artinya, kondisi habitat sampai saat ini masih bagus, terbukti bahwa setiap tahun sejak 2012 selalu terekam kelahiran anak badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon.

Mendampingi Bapak Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin di Stadion Seruni Cilegon

0

Pagi ini saya menyambut kedatangan dan mendampingi Bapak Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin di Stadion Seruni Cilegon

Kedatangan Pak Wapres Kyai Maruf Amin ke Cilegon hari ini untuk menghadiri Acara Wisuda Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin yang bertempat di Hotel Royal Krakatau, Cilegon.

Dalam kesempatan saya mendampingi Wakil Presiden menyampaikan orasi ilmiah bertema “Arus Baru Ekonomi Indonesia dalam Perspektif Syariah”.

Selain menyampaikan orasi ilmiah Pak Kyai Ma’ruf Amin juga menandatangani prasasti peresmian perubahan IAIN SMH Banten menjadi UIN SMH Banten.

“Perubahan bentuk IAIN SMH menjadi UIN SMH ini tertuang pada Perpres Nomor 39 Tahun 2017 tentang Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten,” ujar Wapres.

Saya menyampaikan kepada Bapak Wakil Presiden K.H Ma’ruf Amin yang mana beliau adalah salah satu putra daerah Banten yang saat ini memegang posisi penting dalam pemerintahan sebagai wakil presiden menyampaikan bahwa saat ini provinsi Banten yang saya pimpin sudah mendapatkan banyak prestasi yang di raih, dan salah satunya yang memberikan penghargaan itu adalah Pak K.H Ma’ruf Amin sendiri.

Sosial Media

- Event -

- Event -