Home Blog

Gubernur Banten Mari gemar berbagi rizki yang di dapat

0

Wahidin Halim – Mari untuk gemar berbagi atas rizki yang di dapat.
Hal tersebut sengaja diingatkan gubernur mengingat rasa syukur tidak hanya sebatas ucapan di lisan, melainkan juga harus diaplikasikan dalam bentuk amal.


Pada saat pimpin apel awal bulan di lapangan Setda KP3B, Senin (2/9/2019).
Pada apel gabungan yang dihadiri seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Provinsi Banten.

WH Pantau Perbaikan drainase Jalan Provinsi Ruas Bayah – Cikotok

0

Selamat Sore Warga Banten Selatan, daerah Bayah dan sekitarnya.
Mohon maaf jika lalu lintas terganggu oleh aktifitas perbaikan drainase dan peningkatan kualitas jalan Provinsi ruas Bayah – Cikotok.
Info dari masyarakat Bayah, jika musim hujan turun suka terjadi bajir kecil/genangan air disepanjang jalan tsb.
Oleh karena itu Pemprov Banten hadir untuk memberikan pelayanan yang terbaik salah satunya melalui peningkatan kualitas infrastruktur jalan.
Selamat berakhir pekan

Jadi Inspektur Upacara HUT RI

0

Gubernur Banten Harapkan Indonesia Lebih Maju, Banten Lebih Sejahtera

Serang-Gubernur Banten Wahidin Halim, menjadi inspektur pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dan Pengibaran Bendera MerahPutih dalam rangka Peringatan HUT RI ke 74 tingkat Provinsi Banten, di lapangan Masjid Raya Al-Bantani, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Sabtu (17/8/2019).

Bertindak sebagai komandan upacara Kompol Mi’rodin yang juga Wakapolres Serang Kota, pembaca teks Proklamsi Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah, pembaca Do’a Kepala Kanwil Kemenag Banten Bazari Syam dan pembawa Baki Bendera Merah Putih Athirah Fauzi dari MAN Insan Cendekian Tangerang Selatan.

Upacara diikuti seribuan peserta mulai dari anggota TNI, Polri, ASN, Basarnas, Anggota Pol PP, Dishub Ormas, dan Pelajar

Upacara yang berlangsung khidmat itu juga dihadiri Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy beserta istri, FKPD Banten, Sekretaris Daerah Banten Al Muktabar, Kepala OPD Banten, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan masyarakat umum.

Usai upacara, Gubernur Banten Wahidin Halim mengajak seluruh masyarakat Indonesia dan masyarakat banten pada khusunya untuk saling bersatu menciptakan kerukunan bangsa tanpa ada perpecahan. Gubernur juga mengharapkan masyarakat Indonesia makmur, berkeadilan dan menjadi bangsa yang unggul.

“Diusianya yang tambah dewasa, saya juga berharap Indonesia tambah maju, unggul di segala bidang termasuk didalamnya adalah mengunguli bangsa-bangsa lain, mengejar ketertinggalan dalam rangka Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera,”

Gubernur kembali menyampaikan kepada insan pers bahwa arti kemerdekaan baginya adalah bagaimana rakyat mendapatkan kesempatan dan hak yang sama.

“Merdeka itu bebas, lepas dari penjajahan baik secara fisik maupun ekonomi, secara sosial, dan bebas melepaskan diri dari berbagai tekanan, bebas bersuara dan berpendapat, serta bebas berusaha,” kata Gubernur.

Sebagai seorang Gubernur, pihaknya juga saat ini bersama Wagub Banten Andika Hazrumy sedang berusaha membawa masyarakat banten lebih maju dan sejahtera,

“Banten saat in tinggal proses menuju kesehateraan, cukup makan, cukup pakaian paling tidak penghasilanya mampu untuk memenuhi kebutuhanya. Sekolah digratiskan, kesehatan ditanggung oleh pemerintah provinsi, kita buka aksesibilitas,” ujarnya.

Menristekdikti Resmi Lantik Rektor Untirta

0

Menteri Riset dan Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) resmi melantik Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten Fatah Sulaiman untuk periode 2019-2023 di Gedung Auditorium Kemenristekdikti di Jakarta, Kamis (29/08/2019). Pelantikan ini dihadiri Gubernur Banten Wahidin Halim, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, Dewan Penyantun Untirta Embay Mulya Syarief dan Dodi Nandika, Mantan Rektor Untirta Soleh Hidayat dan Keluarga Besar Civitas Akademika Untirta.

Pelantikan Rektor Untirta ini bersamaan dengan pelantikan Rekotr Universitas Negeri Medan (Unimed) Syamsul Gultom dan empat pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Kemenristekdikti.

Menristekdikti Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D. Ak, dalam arahannya berpesan agar Rektor Untirta dapat mengemban amanat serta menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, untuk meningkatkan mutu dan daya saing lulusan.

“Pak Rektor memiliki tanggung jawab yang sangat tinggi kepada Pak Gubernur (Wahidin Halim) dalam hal ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada di wilayah provinsi banten,” kara Nasir.

Rektor Untirta juga diimbau agar meningkatkan kualitas pelayanan akademik kepada mahasiswa dan masyarakat termasuk mengawal fakultas baru di Untirta.

“Disana (Banten) barusan ada program studi pendidikan dokter, in tolong dikawal dengan baik dan ini tuntutan yang harus kita lakukan. Dukungan dari Pak Gubernur yang luar biasa tidak serta merta dengan adanya fakultas kedokteran hanya menerima mahasiswa sebanyak-banyaknya, tapi kualitas yang lebih baik untuk putra-putri kita yang ada diwilayah banten dan sekitarnya,” imbuh Nasir.

Nasir juga mengingatkan para rektor dan pimpinan pratama untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik. Para rektor dan kata dia, harus bekerja sesuai dengan tugas dan meningkatkan kinerja.

“Oleh karena itu sebagai rektor, tidak cukup hanya kita mengelola seperti biasa, apa capaian rektor yang sebelumnya, apa yang telah dilakukan oleh rektor sebelumnya harus kita tingkatkan terus yang menjadi lebih baik. Apa yang belum tercapai laksanakan untuk meningkatkan,” katanya.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengucapkan selamat kepada Rektor Untirta yang baru Fatah Sulaiman dan berterima kasih kepada Soleh Hidayat atas dedikasinya memimpin Untirta selama sepuluh tahun

“Selamat mengemban amanah dan bisa menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan baik,” singkat Gubernur Wahidin.

Gubernur Banten Hadiri Rakornas II Kahmi

0

Balikpapan Gubernur Banten H. Wahidin Halim berkesempatan menghadiri Rapat Koordinasi II Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) 2019 yang berlangsung di Hotel Grand Senyiur Balikpapan Kalimantan Timur. Jumat (30/08/2019).

Wahidin Halim datang pada acara tersebut sebagai bentuk kecintaan dirinya terhadap korps yang telah menempanya. Disamping itu Wahidin juga diundang oleh Majelis Nasional KAHMI menjadi salah satu Pembahas Utama dialog interaktif yang bertema “Perpindahan Ibukota Negara : Urgensi dan Implementasinya”.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Koordinator Presidium KAHMI Hamdan Zoelva yang didampingi oleh Ketua Dewan Penasihat KAHMI Akbar Tandjung, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Gubernur Banten Wahidin Halim, Gubernur Kalimantan Timur Isran, Siti Zuhro serta beberapa tokoh – tokoh KAHMI lainnya.

Bambang Brodjonegoro hadir untuk menjadi Keynote Speech yang diagendakan di sela-sela Rakornas. Pada sesi itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas ini membawa konsep pemindahan ibu kota baru RI.

Yang menarik dari pemaparan Bambang Brodjonegoro adalah bahwa Jakarta bukanlah representasi identitas bangsa sebagaimana yang dipahami publik. Pandangan bahwa Jakarta adalah representasi identitas bangsa mengacu pada historis Jakarta seperti misalnya sebagai tempat lahirnya sumpah pemuda, proklamasi, dan pembebasan Batavia dari Portugis.

Gubernur Banten Lantik Puluhan Pejabat Administrator dan Pengawas

0

WH: Jangan Lakukan Korupsi dan Penyimpangan

SERANG-Gubernur Banten Wahidin secara resmi melantik puluhan pejabat esselon III dan IV (Administrator & Pengawas) dilingkungan Pemprov Banten. Dalam kesempatan itu pejabat yang dilantik sebanyak 98 orang yang terdiri dari esselon III 51 orang (Sekdis, Kabid, Kabag, Kepala Balai dan Kepala UPT) dan esselon IV sebanyak 47 orang (Kepala Seksi dan Kasubag).

Pelantikan ini berdasarkan surat keputusan (SK) nomor 821.2/Kep.95-BKD/2018 tentang pengangkatan dalam jabatan administrasi yang ditandatangani langsung oleh Gubernur Banten Wahidin Halim.

“Saya Gubernur Banten dengan ini secara resmi melantik suadara-saudara dengan jabatan administrator adan pengawasa dilingkungan Pemprov Banten. Saya percaya bahwa saudara-saudara akan melaksanakan tugas sebaik-baiknya sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan. Semoga Allah SWT, tuhan yang maha esa bersama kita,” kata Gubernur WH, di Pendopo Gubernur.

Hadir juga dalam pelantikan ini Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Sekretaris Daerah Ranta Soeharta, Kepala KejaksaanTinggi (Kajati) Banten Agus Djaya dan para Kepala OPD dilingkungan Pemprov Banten.

Kepada pejabat yang menerima posisi baru, menurut Gubernur ini merupakan suatu dinamika tantangan yang harus dibuktikan dan dipertanggungjawabkan. Untuk itu diharapkan semua pejabat yang baru dilantik dapat merubah mind set, pola pikir, pola tindak dan niat yang kuat untuk maju, dan merubah kearah yang lebih baik.

“Jadi laksanakan tugas itu dengan baik, kerja kerja kerja, jangan melakukan korupsi dan penyimpangan.Tiap bulan akan kita evaluasi,” tegas WH.

Menurut Gubernur, rotasi dan mutasi yang dilakukannya ini dalam rangka reformasi birokrasi dan penempatan pejabat dilakukan sesuai kemampuan dan hasil Assessment.

“Jangan merasa saya orangnya WH, saya orangnya Andika, Saya orangnya Sekda, saya orang ini, orang itu. Saya tegaskan semuanya sama, punya hak yang sama dan tanggungjawab yang sama. Loyalitas pada negara, itu saja,” pesannya.

Gubernur WH juga berpesan kepada pejabat baru agar dapat meningkatkan kedisiplinan dan dapat mendorong percepatan pelaksanaan program kerja yang ada di satuan kerja serta segera menyesuaikan dengan lingkungan tugas yang baru.

“Apel hadir, rapat hadir, layani masyarakat dengan baik, saat jam kerja bekerjalah. Karena semua sampai UPT pun saya pantau, saya berkunjung ke beberapa UPT dan saya punya data dan informasi. Jadi saya awasi kalian, saya tentunya bersama inspektorat, termasuk BKD, Sekda dan Pak Wakil akan mencurahkan diri untuk melakukan perubahan yang lebih baik,” katanya.

“Banten ini ditentukan oleh saudara, oleh kita, oleh semuanya. Kalau kita berubah, berubah banten, kalau pengen bangun banten tergantung pada diri kita semua,” sambung WH.

Diakhir sambutan Gubernur WH kembali menegaskan kepada seluruh pejabat agar jangan bermain sendiri-sendiri dalam melaksanakan tugas tetapi harus bekerjasama yang baik sesame pejabat dilingkungannya.

“Sekali lagi jangan ada dusta diantara kita, kalian esselon III dan IV jangan bermain sendiri, dipengaruhi oleh orang-orang atau pihak-pihak untuk dapat untung lalu kalian mengorbankan moralitas, iman dan jiwa hanya untuk kepentingan sementara,” ujarnya.

RESMI, WH LANTIK KEPALA BKD JADI PJS BUPATI

0

Tangerang- Gubernur Banten Wahidin Halim melantik Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten, Komarudin sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Tangerang.

Pelantikan digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, Tigaraksa, Jumat (6/4/2018).

Dalam sambutannya, WH mengaku dirinya semula mengusulkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Moh Maesyal Rasyid untuk menjadi Pjs. Bupati Tangerang, namun sesuai dengan SK Kementrian Dalam Negeri, Komarudin lah yang berhak menyandang amanah tersebut.

“Sesuai dengan peraturan dan SK Kemendagri, saya harus ikhlaskan Doktor Komarudin menjadi penjabat Bupati Tangerang,” terangnya.

Pada pelantikan tersebut WH mengaku percaya dengan kapasitas komarudin untuk mengemban amanah yang diberikan. Meski demikian, mantan Walikota Tangerang dua periode ini kembali mengingatkan agar tidak menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi maupun golangan.

“Saya percaya beliau bisa mengemban amanah ini dengan baik, Tapi jangan merasa jadi Bupati betulan, jangan petantang-petenteng,” selorohnya mengingatkan.

Terkait Pilkada, dirinya meyikini bila pelaksanaan Pilkada 2018 akan berlangsung aman, namun dirinya selaku Gubernur tetap berpesan agar pemerintah memfasilitasi, memantau, dan bekerja sama dengan Forum Kordinasi Pimpinan Daerah.

Gubernur Banten Serahkan Dana DIPA 2018

0

Serang-Gubernur Banten Wahidin Halim memipin rapat evaluasi kinerja pembangunan banten tahun anggaran 2017 dan penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) than 2018 di Pendopo KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu (20/12/2017).

Hadir juga pada kesempatan ini Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah, Kepala Kanwil Perbendaharaan Provinsi Banten Niken Pudiyastuti, Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Ranta Soeharta, Walikota Tangerang Arief R Wismansyah, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Wakil Walikota Tangsel Benjamin Davnie, Wakil Walikota Serang Sulhi Choir, Plt Walikota Cilegon Edi Eriyadi, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi, Bupati Pandeglang Irna Narulita, Forkompida Banten dan Kepala OPD di lingkungan Pemprov Banten.

Ini Uang Negara, Pergunakan Untuk Kepentingan Masyarakat

Dalam sambutannya Gubernur Banten Wahidin Halim menyatakan keberhasilan atau kegagalan yang diraih oleh Provinsi, tidak lepas dari keberhasilan atau kegagalan kinerja kabupaten kota, dan hal ini juga tidak lepas dari peran satuan kerja instansi vertikal.

“Forum evaluasi pembangunan 2017 dan pembagian DIPA tahun anggaran 2018 ini mari kita maknai sebagai wahana untuk meningkatkan sinergisitas. Sinergisitas perencanaan kebijakan, regulasi, anggaran, kelembagaan dan aparatur, serta pengembangan wilayah,” jelas Gubernur Wahidin.

Gubernur mengatakan, trend pertumbuhan ekonomi di Banten sebetulnya menunjukan perkembangan lebih baik, yaitu mencapai 5,62 persen. Ditambah ada berbagai program pemerintah baik dari pusat maupun dari daerah yang ada di Banten. Bahkan IPM banten telah mencapai 70,96 pada tahun 2016 sehingga menjadikan banten sebagai daerah berkategori ipm tinggi. Pertumbuhan ekonomi banten pada semester triwulan III tahun 2017 mencapai 5.62%, jauh di atas capaian nasional yang hanya 5.06%. Tingkat kemiskinan sebesar 5,45% lebih baik dari angka nasional yang mencapai 10,64%. Namun begitu, kata Wahidin, masih ada masalah kemiskinan, angka pengangguran terbuka di Banten yang jauh di atas angka nasional pada 2017.

“Tantangan luar biasa adalah pengangguran terbuka jauh di atas angka nasional. Saya belum tahu kontribusinya dari mana, atau mungkin terjadi di beberapa kabupaten dan kota,” kata WH sapaan akrab Gubernur Wahidin.

Untuk mencapai target peningkatan kesejahteraan masyarakat pada tahun 2018, kata Gubernur Wahidin, Pemprov Banten telah memiliki stimulus keuangan yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Ia menyebutkan, belanja APBD 2018 Provinsi Banten akan mencapai Rp 11,3 trilyun, dana transfer pusat ke daerah akan mencapai Rp 15,9 trilyun, dan pagu APBN yang dikelola Rp 10,25 trilyun. belum ditambah kekuatan APBD dari masing-masing kabupaten/kota.

“Kita akan programkan pembangunan 100 kilometer lebih jalan provinsi. Membuat program pengobatan gratis hanya menggunakan KTP, dan pembangunan sekolah setingkat SMA/SMK,” ungkapnya.

“Hati-hati, jangan sampai terjadi korupsi atau penyimpangan. Kedepankan kejujuran, moralitas, tanggungjawab dan istiqomah bahwa ini uang negara. Pergunakan sebaik mungkin untuk kepentingan masyarakat,” pesan Gubernur Banten.

Gubernur Wahidin mengapresiasi panitia yang telah menginisiasi evaluasi pembangunan kabupaten kota, hal ini dilakukan untuk menegaskan fungsi Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, sekaligus ajang saling berlomba dalam kebaikan serta saling belajar tentang strategi pembangunan antar kabupaten/kota.

Stop Perkawinan Anak

0
ultah gubernur banten

Serang-Gerakan Bersama Stop Perkawinan Anak dideklarasikan di Provinsi Banten. Gerakan ini di inisiasi oleh pemerintah daerah, legislatif, lembaga/organisasi perempuan, ormas, akademisi, LSM, organisasi keagamaan, dunia usaha, lembaga pemerhati anak, organisasi pemuda, dan forum anak Indonesia banten.

Deklarasi ini digelar bersamaan dengan peringatan Hari Ibu ke 89 tingkat Provinsi Banten tahun 2017, di Gedung Plaza Aspirasi DPRD Banten, KP3B, Kota Serang, Selasa (19/12/2017). Hadir dalam kegiatan ini Gubernur Banten Wahidin Halim, Wakil Gubernur Andika Hazrumy, Ketua TP PKK Banten Niniek Nuraini Halim, Ketua Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Banten Adde Rosi Khaerunnisa, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Banten Nani Ranta Soeharta, Ketua Persit Banten, Ketua Bhayangkari Banten, Kepala DP3AKKB Banten Siti Ma’ani Nina, organisasi perempuan dan tamu undangan.

Dalam pembacaan deklarasi di sebutkan bahwa anak perempuan terutama anak dibawah umur merupakan generasi penerus bangsa, oleh karenanya seluruh hak-hak mereka harus dilindungi dan dipenuhi agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, mampu berkreasi dan berinovasi, berdaya saing dan cinta tanah air.

“Kami percaya, perkawinan anak merintangi anak untuk menikmati hak-haknya sebagai anak, perkawinan anak adalah kekerasan dan diskriminasi terhadap anak, perkawinan anak merenggut masa bahagia untuk bermain, belajar dan berkreasi,” ucap beberapa perwakilan organisasi saat membacakan deklarasi didepan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten.

Dalam deklarasi tersebut juga menyatakan bahwa perkawinan anak melanggengkan perempuan dan anak hidup dalam lingkaran kemiskinan dan meningkatkan kerentanan. Perkawinan anak juga merintangi terwujudnya ketahanan keluarga, ketahanan bangsa dan negara.

“Oleh karenanya kami bersepakat bahwa perkawinan anak harus dihentikan sekarang juga. Kami akan terus bergerak disemua wilayah banten untuk menghentikan perkawinan anak,” ucap para deklarator.

Ketua BKOW Provinsi Banten Adde Rosi Khaerunnisa mengatakan, dalam memperingati Hari Ibu tahun ini peran serta perempuan dalam pembangunan bangsa akan semakin baik, begitu juga dengan kebijakan yang bersinergi serta berpihak pada kaum perempuan.

“Peringatan hari ibu dimaksudkan untuk mengingatkan kembali tentang pentingnya peranan dan kedudukan kaum perempuan dalam pembangunan berbangsa dan bernegara serta peran sertanya dalam mewujudkan kesejahteraan keluraga,” kata Acie sapaan Adde Rosi.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan peringatan Hari Ibu merupakan simbol kebaikan.

“Saya bisa jadi Gubernur karena doa dari ibu dan istri saya. Dia mendampingi saya bisa menjadi gubernur seperti sekarang ini,” kata WH sapaan akrab Gubernur Banten.

Karena itu, Gubernur Wahidin mengingatkan agar jangan pernah meremehkan kehebatan, kemampuan dan kehandalan para ibu, karena ketika mereka benar-benar turun tangan, bisa selesai semua masalah.

“Ibu itu seperti perjalanan spiritual. Kalau masih ada ibu tumpahkan semu, tempat kita disitu untuk meminta saran. Mumpung masih sehat kita wajib mengurus ibu, kalau tidak menyesal seumur hidup,” ucapnya.

Kepala DP3AKKB Provinsi Banten Siti Ma’ani Nina menyebutkan, rangkaian peringatan hari ibu tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan, diantaranya pelayanan KB kepada masyarakat disekitar KP3B bekerjasama dengan BKKB, selain itu talkshow tentang peranan ibu dan anak di era digital, pelayanan imunisasi difteri, bazar murah dan lomba tumpeng.

“Kami juga melaksanakan isbat nikah bagi 50 pasangan di Kabupaten Lebak dan Pandeglang, pemberian buku nikah dan akte kelahiran secara simbolis, penyerahan hasil penilaian P2WKSS dan perekaman E-KTP,” sebut Nina.

Pembangunan 326 Embung

0

Empat Program Prioritas Desa Dorong Pertumbuhan Ekonomi Pandeglang

Pandeglang- Presiden Joko Widodo terus memberikan perhatian khusus pada pemanfaatan Dana Desa untuk percepatan pembangunan desa. Kunjungan Presiden ke Desa Muruy di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, pada Rabu (04/10), untuk meresmikan pembangunan 326 embung yang akan dibangun di desa-desa di Pandeglang menjadi wujud keseriusan pemerintah dalam memacu produktivitas di pedesaan. Presiden juga akan melaksanakan gerakan penanaman jagung sebagai dukungan pengembangan produk unggulan kawasan perdesaan (Prukades) di Pandeglang.

Embung dan Prukades merupakan bagian dari empat program prioritas pembangunan desa yang menjadi program unggulan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Dua program lainnya yakni pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan membuat Sarana Olahraga Desa (Raga Desa).

“Saya selalu mengingatkan agar dana desa yang telah digelontorkan dana desa diharapkan bisa difokuskan kepada empat program prioritas yang kita berikan. Keempat program prioritas tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat perdesaan,” ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, dalam siaran persnya.

Kabupaten Pandeglang, kata Eko menjadi salah satu daerah yang telah menerapkan empat program prioritas pembangunan desa tersebut. Implementasi keempatnya menjadi salah satu faktor keberhasilan Pandeglang mengatasi ketertinggalan desanya. Data Tahun 2014 menunjukkan, dari total 326 desa di Kabupaten Pandeglang, sebanyak 214 desa masuk kategori desa tertinggal (65%). Sementara pada tahun 2016, jumlah desa tertinggal di Kabupaten Pandeglang turun menjadi 149 Desa atau berkurang 66 Desa dibandingkan tahun 2014 (30,84%) lalu.

Kabupaten Pandeglang juga memiliki keseriusan dalam membuat embung di pedesaan. Pada tahun 2017 ini, ditargetkan akan dibangun embung sebanyak 326 unit embung dengan 308 diantaranya dibangun melalui dana desa. Sementara 18 unit dari Corporate Social Responsibility (CSR). Saat ini yang sudah terbangun mencapai 150 unit, salah satunya embung di Desa Muruy. Embung tersebut mampu mengairi 60 hektar areal pertanian di Desa Muruy itu sendiri dan Desa Karyasari, Kecamatan Cikeudal. Dengan pasokan air yang baik, para petani setidaknya mampu panen sebanyak 2-3 kali dalam setahun.

Pengembangan BUMDes juga menjadi perhatian utama. Tercatat hingga tahun 2017 ini, sudah terdapat 326 BUMDes yang terbentuk. Selain itu, juga telah dibentuk PT. Mitra BUMDes di Desa Bengkuyung, Kecamatan Cikeudal. Selain menjual kebutuhan harian melalui unit usahanya, BUMDes juga akan menjadi agen penerima subsidi bantuan pemerintah. Hadirnya BUMDes diharapkan dapat mendorong desa lebih mandiri secara ekonomi.

“Tiap desa diharapkan punya BUMDes dan menjadi sumber penghasilan desa. Nantinya dana desa bukan lagi jadi sumber utama pembangunan desa, tapi hanya stimulus,” ujar Menteri Eko.

Program prioritas keempat yakni pembangunan Sarana Olahraga Desa (Raga Desa). Geliat aktivitas para pemuda desa tidak hanya menghindarkan dari kegiatan negatif seperti narkoba, tawuran, dan radikalisme, melainkan juga memacu peningkatan kualitas hidup generasi muda. Selain itu, Raga Desa diharapkan dapat menciptakan keramaian dan mendorong aktivitas ekonomi. Pada tahun 2016, Kabupaten Pandeglang membangun 186 unit sarana olahraga desa yang meliputi lapangan sepak bola, lapangan bola voli, tenis meja, lapangan bulutangkis, dan lapangan futsal. Rencana pada tahun 2017 ini akan dibangun 150 unit sarana olahraga yang tersebar di desa-desa.

Semtara itu Presiden Joko Widodo mengungkapkan, dalam tiga tahun terakhir, Pemerintah Pusat telah mengucurkan dana desa ke daerah-daerah sebanyak Rp 127 triliun. “Tahun pertama Rp 20 triliun, tahun kedua Rp 40 triliun, dan tahun keempat Rp 67 triliun,” ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Angka itu, menurut Presiden, besar sekali. Bahkan di Indonesia terdapat 74.000 desa. Setiap tahun per desa, memeroleh dana sebesar Rp 300 juta.

“Tahun kedua 600 juta dan tahun ketiga 800 juta. Itu per desa sangat gede. Kalau tidak menimbulkan kesejahteraan di desa, itulah pasti ada maaalah,” tuturnya.

Presiden Joko Widodo juga mengingatkan agar dana desa mendapatkan perhatian dan pengawasan yang dilakukan terus menerus. Sebab, anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk dana desa sangat besar. Sejak awal, Jokowi berharap dana desa bisa berdampak positif terhadap perputaran uang di desa dan menaikkan daya beli masyarakat.

“Uang ini harus muter-muter di desa, atau minimal di Kabupaten. Jangan sampai balik lagi ke Kota (Pemerintah Pusat),” pintanya.

Kunjungan Presiden ke Desa Muruy, Kecamatan Menesa, Kabupaten Pandeglang didampingi sejumlah Menteri, Gubernur Banten Wahidin Halim, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Bupati Pandeglang Irna Narulita dan dihadiri ribuan masyarakat Pandeglang.

IKUTI KAMI

0FansLike
672FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

- Event -

- Event -