Alasan Gubernur Banten Tidak Open House Lebaran Tahun Ini.

Inilah Alasan Kenapa Gubernur Banten Tidak Melaksanakan Open House Lebaran Idul Fitri Tahun Ini

0 30

Wahidin Halim – Idul fitri adalah hari kemenangan umat Islam, setelah selama sebulan penuh melaksanakan puasa Ramadhan, Idul fitri juga merupakan ajang untuk bershilaturahmi, saling memaafkan dengan sesama saudara saling, saling berkumpul bersama untuk berbagi cerita indahnya bulan Ramadhan.

Moment shilaturahmi ini sangat dirindukan dan dinantikan oleh seluruh umat Islam Indonesia, bukan saja karena akan banyaknya makanan yang enak dan lezat berlimpah ruah, dimana makanan tersebut hanya ada pada saat lebaran tiba.

Juga bagi anak-anak yang tamat menyelesaikan puasanya, memiliki sebuah rasa bahagia karena menang mengalahkan rasa haus dan lapar selama berpuasa, dan tentunya meminta imbalan berupa amplop lebaran dari orang tua, atau saudara-saudara yang lebih tua darinya.

Tradisi open house bagi para pejabat pemerintahan, baik itu dari mulai kepala desa atau lurah bersama dengan jajarannya dan masyarakat sekitar, camat dengan seluruh pegawai kecamatan dan keluarganya, bupati dan walikota dengan orang-orang yang sering berhubungan dan berkomunikasi tentunya juga tidak ketinggalan dengan masyarakat sekitarnya.

Namun keadaan sekarang, ditengah pandemi covid 19 yang menjadi kekhawatiran semua orang, maka saya pribadi dan sebagai Gubernur Provinsi Banten untuk lebaran idul fitri 1441 H ini tidak akan melaksanakan open house.

Disaat pemerintah sekarang ini sedang mensosialisasikan tentang protokol kesehatan covid 19, yaitu menjaga jarak aman atau biasa disebut sebagai physical distancing, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sampai bersih minimal 20 detik, dan juga menggunakan masker disaat melakukan aktifitas di luar rumah.

Alasan Wahidin Halim Gubernur Banten Tidak Open House Lebaran ini

Maka saya dengan berat hati memutuskan bahwa saya Wahidin Halim sebagai Gubernur Banten tidak akan membuka open house di lebaran Idul Fitri 1441 H tahun ini, karena saya tidak ingin adanya perkumpulan banyak orang disekitar saya.

Karena hal tersebut bisa membahayakan bagi orang-orang yang datang dan berkumpul dengan tujuan awalnya adalah bershilaturahmi namun disaat sekarang hal tersebut akan menjadi sebuah kekhawatiran bagi kita semuanya.

Ketakutan akan tertularnya covid 19, atau menjadi penyebar virus tersebut kepada yang lain, baik itu kepada yang datang bershilaturahmi ataupun bagi saya sendiri dan keluarga yang mengadakan shilaturahmi itu.

Shilaturahmi adalah sesuatu yang baik, dan agamapun menganjurkan orang untuk menjalankan shilaturahmi, malah Allah tidak suka bagi orang yang memutuskan tali shilaturahmi.

Namun kondisi dan situasi sekarang yang berbeda, pada era digital saat ini shilaturahmi tidak harus bertatap muka saja, bisa juga dengan menggunakan teknologi Handphone yang kita miliki, baik itu dengan video call, ataupun dengan menggunakan aplikasi lainnya.

Saya sendiri akan melaksanakan lebaran di rumah saya di Pinang dan akan menjadi Khatib dan juga Imam pada saat sholat Idul Fitri tahun ini di lingkungan rumah saya.

Saya berharap, kepada seluruh warga masyarakat Banten, untuk tidak banyak keluar rumah di hari lebaran ini, jaga physical distancing atau sosial distancing, karena itu akan mencegah kita dari tertular dan juga menularkan covid 19 kepada orang lain.

Di tengah tradisi umat Islam yang selalu melakukan shilaturahmi pada saat lebaran tiba, namun kita tetap harus menahan diri, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan covid 19 di seluruh provinsi Banten.

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.