Gubernur WH Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Masjid Baiturrahman

0

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengajak warga masyarakat Banten untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT atas karunia yang berikan. Gubernur juga mengajak masyarakat Banten untuk tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

Saya sebagai Gubernur Banten dan sebagai pribadi mengajak kepada kita semuanya warga banten mari kita selalu bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan.

Bapak dan ibu kita semua jangan sampai merasa risih untuk selalu memakai masker dan ikut program vaksinasi. Karena penyakit Covid-19 itu ada.

Bapak dan ibu tentu tahu dan hapal bener bahwa ajaran agama islam selalu mengajarkan kepada kita untuk senantiasa melakukan ikhtiar, dilanjutkan dengan berdoa memohon kepada Allah dan kita bertawakal berserah diri kepada Allah akan hasil ikhtiar kita.

Kehidupan saya dulunya sebagai anak kampung. Orang-orang sekampung tidak menyangka dari Kepala Desa sekarang menjadi Gubernur. Itu karena saya tidak jauh dari ngaji dan belajar, Oleh karena itu setiap saat saya selalu bersyukur.

Saya teringat selalu amanat dari Habib Lutfi bin Yahya dan Abuya Uci Turtusi dimana beliau berpesan kepada saya, kalau saya jadi Gubernur Banten jangan lupa membangun Banten Lama. Alhamdulillah sekarang Kawasan Banten Lama sudah bagus dan nyaman untuk peziarah dengan payung dan halaman di marmer.

Jalan-jalan di pesisir dari Mauk hingga Bayah sudah bagus yang dibangun oleh Provinsi Banten, itu untuk menunjang setiap kegiatan warga masyarakat dan meningkatkan tarap hidup masyarakat yang menggunakan jalan pesisir tersebut.

Selanjutnya saya berpesan jangan percaya hoaks, kalau bingung tanyakan kepada ahlinya. Mari jaga silaturrahim, jaga ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah,

Dalam kesempatan itu, Gubernur Wahidin Halim menyerahkan sumbangan pribadi sebesar Rp 100 juta untuk rehabilitasi masjid Baiturrahman.

Di samping itu, diserahkan pula bantuan dari UPZ Baznas Pemprov Banten untuk dua masjid, dua majelis taklim, 50 orang anak yatim, 50 orang kaum dhuafa, 50 orang marbot, serta 50 orang guru ngaji.

Leave A Reply

Your email address will not be published.