PSBB Di Tangerang Raya di Lanjutkan Oleh Gubernur Banten Wahidin Halim

PSBB Di Tangerang Raya di Lanjutkan Oleh Gubernur Banten Wahidin Halim

0 77

WahidinHalim.id – Dalam acara telekonferensi Rapat Evaluasi Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Tahap III untuk wilayah Tangerang Raya yang meliputi Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan (28/06/2020)

Saya menyampaikan bahwa PSBB di Tangerang Raya di perpanjang dengan memuat berbagai instrumen yang disesuaikan dengan hal-hal yang masih dijadikan keluhan secara sosial kemasyarakatan.

Pembatasan Sosial Bersakala Besar kali ini dilakukan dengan berbagai catatan dan kelonggaran hal ini dilakukan agar kegiatan sosial kemasyarakatan di Tangerang Raya dapat berjalan dengan semestinya tanpa takut mendapatkan sanksi disiplin.

Untuk berbagai keluhan sosial yang terjadi di masyarakat, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan melakukan konsolidasi dan koordinasi untuk memberikan solusi kepada masyarakat, salah satunya adalah persiapan menghadapi sholat Idul Adha dan saat pemotongan hewan qurban.

Berdasarkan pantauan saya di lapangan dan berbagai laporan yang saya terima, untuk pasar modern relatif patuh pada protokol kesehatan covid 19, namun untuk pasar tradisional masih ada beberapa masalah yang harus segera di selesaikan, diantaranya adalah sosial distancing dan fasilitas untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir belum banyak dan merata.

Hal ini memerlukan sosialisasi dan edukasi kepada para pengguna pasar tradisional baik pengunjung ataupun pedagang, harus dapat menerapkan protokol kesehatan covid 19, agar dapat saling menjaga diri dan tidak tertular dan tidak menyebarkan virus covid-19 ini.

PSBB DI Tangerang Raya di lanjutkan Gubernur Banten Wahidin Halim

Dalam telekonferensi rapat evaluasi PSBB di Tangerang Raya yang di hadiri juga oleh Sekda Pemprot Banten Al Muktabar, Kadinkes Banten yang juga sebagai jubir Gugus Tugas Covid-19 Pemrpov Banten, Bupati dan Walikota serta Forkopinda se-Tangerang Raya, dan juga para kepala OPD PemProv Banten dan OPD Kabupten/Kota se-Tangerang Raya.

Saya sampaikan bahwa pasar tradisional perlu perhatian khusus dan penanganan serius kita bersama, dan sosialisasi harus terus menerus di lakukan di area pasar tradisional tersebut.

Berbagai informasi aktual yang terjadi selama pelaksanaan PSBB di Tangerang Raya yang bersumber dari Bupati dan Walikota sangat membantu dalam menetapkan langkah-langkah dan juga kebijakan yang kita buat kedepan, karena Bupati dan Walikota tentu lebih memahami situasi dan kondisi yang terjadi di wilayahnya masing-masing.

Saya berterima kasih kepada para Kepala Daerah di wilayahnya masing-masing yang sudah berusaha menjaga agar roda perekonomian berjalan dengan stabil selama masa pandemi ini.

“Lainnya, kuartal ketiga yang seharusnya mulai terasa saat pandemi, tapi di tengah krisis aktivitas masyarakat tidak berkurang. Untuk belanja sehari-hari, berdasarkan survei, masyarakat relatif cukup berkemampuan,”

Menjadi sebuah kebahagiaan ketika melihat berbagai aktivitas yang terjadi dimasyarakat saat ini sudah mulai terbiasa dalam menerapkan protokol kesehatan covid 19. Misalnya masyarakat sudah terbiasa menggunakan masker kemana mana. Di jalan, di toko, dan sebagainya.

Meskipun begitu memang masih ada beberapa aktivitas dan kegiatan masyarakat, gerakan-gerakan masyarakat meskipun sudah membiasakan diri menggunakan masker namun belum menerapkan social distancing.

Tapi yang menggembirakan, walau fluktuatif, dari hasil rapid test secara masal maupun dalam jumlah tertentu, persentase yang reaktif ketika di rapid test sangat kecil.

Jadi memang, upaya pemerintah dalam menerapkan protokol kesehatan dan juga di dalamnya upaya pemerintah baik Kota/ Kabupaten yang ada di Provinsi Banten telah berusaha keras dalam menyediakan fasilitas untuk penanggulangan pandemi ini.

Sehingga bisa memberikan dampak yang positif di masyarakat. Bahwa yang sakit dibanding yang sembuh, relatif di atas 40 persen.

Melihat perkembangan tersebut, saya mengajak segenap pihak untuk mengamati dan mencermati dinamika perkembangan ke depan yang harus diantisipasi.

Bahwa sudah terjadi kelonggaran-kelonggaran di berbagai tempat. Tapi bukan berarti jadi banyak pelanggaran. Dan yang terpenting adalah saling mengingatkan di antara kita dan saling menjaga di lingkungannya masing-masing.

Mencermati hasil pengamatan Dinas Kesehatan Pemprov Banten, bahwa tingkat penularan semakin rendah. Satu orang maksimal menularkan dua orang, ini adalah sebuah langkah kemajuan yang berarti.

Untuk kantor pemerintahan di Provinsi Banten tidak boleh buka kantor, hal ini dilakukan untuk mencegah transmisi di lingkungan kerja. Mencegah timbulnya kecenderungan area-area penularan baru di lingkungan pemerintahan.

Saya sebagai Gubernur Banten memberikan opsi kepada Bupati/Walikota se Tangerang Raya, apabila PSBB di Tangerang Raya akan dilanjutkan, tentunya sambil kita melakukan evaluasi di masyarakat dan melengkapi fasilitas kesehatan covid 19 yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Dalam menghadapi Idul Qurban, untuk pemotongan hewan kurban sesuaikan dengan semangat berkurban di masyarakat. Pemotongan yang dilakukan di Masjid dengan tetap harus mengikuti protokol kesehatan.

Jangan mencabut tradisi yang selama ini sudah berlaku di masyarakat. Kalau di rumah pemotongan hewan dikhawatirkan akan ada gejolak sosial. Dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Penangangan Covid-19 di Banten sudah baik. Terlihat dari grafik di Indonesia, Banten terus menurun dibanding dengan provinsi lain yang ada.

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: