Para Pelaku Ekonomi Banten Diberikan Akses Oleh Gubernur Banten

0

Wahidin Halim – Saya sudah menegaskan, bahwa untuk pemulihan ekonomi pemerintah sudah memberikan akses kepada para pelaku ekonomi Banten. Tentunya dengan tetap memperhatikan dan melaksanakan protokol kesehatan.

Pada saat berada di Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang di Jl Satria – Sudirman No 1 Sukaasih, Kota Tangerang hari rabu lalu, saya menyampaikan bahwa : Hari ini kita rapat konsolidasi berkaitan dengan penyerapan anggaran, penanganan Covid-19, dampak Covid-19 terhadap para pelaku ekonomi Banten serta program-program pemulihan ekonomi di Provinsi Banten.

Dalam Rapat Koordinasi Bidang Keuangan dan Ekonomi hari itu, saya sebagai Gubernur Banten sampaikan tiga pesan Presiden Joko Widodo kepada bupati/ walikota.

Pertama, penyerapan anggaran kita masih relatif rendah. Penyerapan menjadi penting dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada perekonomian masyarakat.

Kedua, untuk di beberapa daerah Covid-19 masih menular. Ke depan covid harus terus turun, yang positif berkurang yang sembuh bertambah yang meninggal berkurang. Provinsi Banten di posisi keduabelas (XII) hampir ketigabelas (XIII) secara nasional.

Ketiga, KPK, BPK, BPKP, agar tidak memberikan kekhawatiran dan kegalauan kepada pengambil keputusan dalam mengelola anggaran, dalam pengadaan barang dan jasa.

Para Pelaku Ekonomi Banten Diberikan Akses Oleh Gubernur Banten

Seperti yang kita ketahui bersama saat ini bahwa perekomian dunia diproyeksikan mengalami kontraksi atau tumbuh minus 6 persen. Sementara Singapura diperkirakan mengalami resesi, diproyeksikan minus 41 persen.

Selanjutnya, terkait penyerapan anggaran terkait realokasi dan refocusing serta menurunnya pendapatan daerah, Presiden Joko Widodo memberikan arahan secara umum belum dioptimalkan dana bantuan yang bersumber dari APBN karena masalah data dari kabupaten/ kota.

Selaras dengan apa yang disampiakan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Erwin Suriadimadja yang menyampaikan bahwa industri pengolahan di Provinsi Banten masih tumbuh 0,37 persen dan perlu didorong karena untuk Banten industri pengolahan memberikan kontribusi yang besar.

Untuk mendorong pemulihan ekonomi Bank Indonesia menyarankan agar memperhatikan indikator makro dengan mendorong konsumsi rumah tangga melalui kebijakan bantuan sosial (Bansos) dan stimulus lainnya.

Termasuk pula kebijakan yang mendorong transaksk non-tunai dan digitalisasi yang mempercepat penerimaan daerah.

Sementara itu Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Adhi Wiriana mengungkapkan telah terjadi penurunan mobilitas penduduk sejak 15 Maret 2020.

Adhi Wiriana menyampaikan bahwa masyakat lebih taat kepada kebijakan pemerintah daerah. Namun berdampak pada penurunan pendapatan masyarakat miskin. UMKM sebagai katup pengaman perekomian ikut terdampak sehingga pertumbuhan ekonomi mengalami konstraksi.

Kita harus bangun semangat koordinasi dalam menghadapi Covid 19 di wilayah Banten, dan setiap program kita fokus mengarahkan kepada perputaran roda ekonomi di masyarakat, namun dengan tetep mengedepankan protokol kesehatan covid 19.

Kita perlu membangun sinergitas dengan berbagai pihak, pelaku ekonomi Banten baik ekonomi kecil UKM dan UMKM, Industri, Perdagangan Mikro dan Makro serta birokrasi yang mempermudah setiap regulasi dalam berbisnis.

Kita perlu untuk berpikir sebagai pemenang dalam suasana pandemi seperti ini, jaga semangat dan motivasi, jaga kekompakan, dan fokuskan energi kepada sesuatu yang lebih penting dan mendesak di wilayah Banten.

Leave A Reply

Your email address will not be published.